Gaun Putih

nnishine
1 min readJul 25, 2024

--

https://pin.it/6ZICJH4Tx

Angin berhembus menyapa dedaunan tanpa rasa malu, kelopak bunga kering terjatuh menyapa tanah, dan mata itu menatap tanpa arti. Segala rupa warna terpantul dari kedua bola mata itu, bunga yang tertanam dengan baik melambangkan berbagai hal dalam kehidupan, tidak dengan hidup gadis itu. Tidak ada kehangatan. Tidak ada binar ceria. Tidak ada harapan disana. Hanya kehampaan dengan kekosongan yang mengisi. Entah sudah berapa hari gadis itu bisa bertahan hidup disaat dunia menghianatinya, membuatnya hancur, membuat air matanya jatuh tanpa arti. Raga terduduk berteman sunyi, tidak dengan jiwa gadis itu. Melayang tinggi, membawa segala memori buruk yang terputar bagai tiada hari esok.

Gaun putih gadis itu berkibar. Wajah sayu dengan kantung mata letih, dia tidak mati. Kata mengenaskan mungkin cocok dengan keadaannya saat ini. Tidak ada yang ingin ia utarakan selain menatap sedih ke arah mata memandang.

“Since when did this... happen?" Secara tiba tiba sebuah pertanyaan dengan nada lemah mengalun lembut. Terbawa segala emosi dalam satu pertanyaan, ketika setetes air mata terjun bebas dari kedua bola cermin miliknya. Dia terdiam seribu kata.

--

--

nnishine
nnishine

Written by nnishine

random thought, but can be touched when provoked

No responses yet